3 Contoh Pidato Tentang Virus Corona atau Covid-19

Sawal Walker – Apakah Anda sedang mencari contoh pidato tentang virus Corona atau Covid-19, jika iya? maka Anda berada di website yang tepat. Karena pada artikel kali ini kami akan membagikan 3 contoh pidato mengenai Virus Covid-19 (Corona).

contoh pidato tentang virus Corona

1. Contoh pertama Pidato Covid-19

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara tahu bahwa dunia kita saat ini berada dalam kecemasan dan kesulitan yang dahsyat, sebagai akibat dari penyebaran pandemi Covid-19 yang sangat cepat. 

Ratusan ribu orang terinfeksi dan ribuan orang meregang nyawa. Kehidupan normal tidak berjalan mulus setelah terputus hubungan di seluruh dunia.

Dalam kondisi yang genting ini, kita sebagai negara, bangsa, individu, institusi dan badan, masing-masing dari kita, harus memikul tanggung jawab untuk memainkan peran dalam memerangi wabah ini, mengendalikannya, dan melindungi umat manusia dari bahaya.

Kita juga harus mengingat dan menyebut dengan penuh kebanggaan dan penghargaan terhadap pengorbanan besar yang dilakukan oleh para dokter, perawat, dan semua tenaga kesehatan, yang telah mempertaruhkan nyawa dan diri mereka sendiri, untuk menghadapi bahaya yang mengancam kemanusiaan.

Upaya luar biasa para pejabat untuk mengepung virus ini memberi harapan bahwa kita akan dapat mengalahkan wabah ini dan menyingkirkannya. Namun, keberhasilan dalam pertempuran ini sangat bergantung pada tekad kita untuk terus memikul tanggung jawab dengan keinginan kuat yang tiada henti, dengan ketegaran yang tidak mengenal lesu dan mundur. 

Sesuai tanggung jawab saya di al-Azhar al-Syarif, dan berdasarkan pada kaidah hukum: dar’ul mafasid muqaddammun ala jalbil mashalih (mencegah kerusakan didahulukan atas mewujudkan kemaslahatan), dan kaidah lainnya: yuzalu al-dharar al-akbar bi al-dharar al-ashgar (bahaya yang lebih besar dihilangkan dengan yang lebih sedikit mudaratnya), berdasarkan semua ini, saya menegaskan bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan peraturan yang dikeluarkan otoritas resmi yang berkompeten, di antaranya menjaga kebersihan pribadi, mematuhi kebiasaan phsycal distancing (jaga jarak kontak fisik), komitmen untuk tinggal di rumah, menangguhkan shalat Jumat dan shalat jamaah, baik sedikit maupun banyak, sambil berkomitmen untuk melakukan shalat tepat waktu di rumah tanpa berkerumun, semua ketentuan ini dan lainnya, baik di Mesir atau negara lain yang melaksanakan shalat, semua itu adalah kewajiban agama yang harus ditaati, dan berdosa bila dilanggar. 

Melanggar aturan tersebut berarti melanggar firman Allah: … Dan janganlah menjerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan (QS al-Baqarah [2]: 195).

Pesan saya kepada saudara-saudara kami yang terinfeksi Covid-19 di Mesir dan di seluruh dunia bahwa hati dan doa kami yang tulus selalu menyertai saudara. 

Kami selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT semoga semuanya cepat pulih. Kepada yang meninggal dunia karena penyakit ini semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada mereka, dan keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran.

Dalam kesempatan ini, tidak lupa saya menyampaikan solidaritas al-Azhar al-Syarif kepada semua negara dan bangsa yang sedang memerangi penyebaran virus ini. Saya menegaskan bahwa memberikan bantuan, dari mereka yang mampu kepada semua pihak yang terdampak, di belahan dunia mana pun, adalah kewajiban agama dan kemanusiaan. 

Bahkan, ini adalah bentuk konkret dari persaudaraan kemanusiaan, yang tengah diuji oleh krisis ini, untuk mengungkap ketulusan dan komitmen terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan yang agung.

Pesan saya dalam upaya menghilangkan kerisauan ini adalah mari kita lakukan tindakan pencegahan dan taati protokol kesehatan serta temuan ilmu pengetahuan yang wajib diikuti dan ditaati menurut agama. 

Selain itu, mari kita perbanyak sedekah, dan kembali berserah diri kepada Allah melalui shalat dan doa, dengan harapan semoga Allah segera mengangkat musibah ini, menghilangkan keresahan dari hamba-hamba-Nya, memberikan inspirasi kepada para ilmuwan dan peneliti agar lahir dari tangan mereka obat yang dapat menyembuhkan penyakit berbahaya ini. Dialah Allah, Tuhan Yang Mahamelindungi dan Kuasa atas itu.

Ya Allah, janganlah Engkau kuasakan atas kami, karena dosa-dosa kami, orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mengasihi kami, wahai Zat yang Maha Penyayang. Ya Allah, Tuhan Yang Mahalembut lagi Maha Memberi, wahai Zat yang Maha-ihsan, wahai Zat Yang Maha Mengasishi dan Menyayangi di dunia dan akhirat, wahai Zat Yang menjadi sandaran bagi orang-orang yang berlindung, Penolong bagi orang-orang yang meminta pertolongan, Pemberi rasa aman kepada orang-orang yang cemas, wahai Zat Yang Menyingkap Kemudaratan, Yang Menolak bala bencana, kami memohon kepada-Mu agar segera sirna segala bencana, baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan Engkau Maha Mengetahui itu semua. 

Sesungguhnya Engkau adalah Zat Yang Mahamulia. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pidato di atas merupakan salah satu pidato Pemimpin Tertinggi al-Azhar, Mesir, Syekh Ahmad al-Tayyeb.

2. Contoh Kedua Pidato Virus Corona

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji dan juga syukur kita panjatkan pada Illahi Robbi yang telah memberi rahmat serta hidayahNya pada kita semua, sehingga kita dapat merasakan nikmatNya yang begitu banyak. Bapa dan ibu serta saudara yang saya hormati. Dalam kesempatan ini saya akan membahas tentnag pidato tentang wabah virus corona yang sedang marak belakangan ini.

Hadirin yang saya hormati

Virus yang diduga berasal dari china, wuhan ini. Meresahkan warga dunia karena, virus ini sangat cepat menyebar keseluruh dunia. PBB dan WHO, semua negara bergerak maupun berpikir cepat untuk menangani warganya yang sedang berada dichina. Namun karena keadaan china seperti itu, mereka melakukan isolasi daerah wuhan, guna menghindari virus tersebut menyebar.

Hadirin yang saya hormati

Diduga virus corona berasal dari pasar ikan swalayan yang berada di wuhan. Berasal dari hewan kelelawar dan ular, namun masih banyak pro kontra tentang ini, semisal dari indonesia daerah minahasa. Banyak masyarakatnya yang masih mengonsumsi ular namun belum/ tidak ada yang kena virus corona, ataupun bisa faktor lainya seperti cara masak orang china dan minahasa berbeda dalam matangya dan lain-lain. Juga bisa virus tersebut bukan berasal dari kedua hewan tersebut.

Hadirin yang saya hormati

Marilah kita menjaga kesehatan diri masing-masing, karena kita tidak tau virus tersebut lebih jelasnya bagaimana, masih banyak seputar isu dan berita belum pasti. Dari itu kita hanya bisa menjaga kesehatan, olahraga yang sehat, intinya segala hal yang menghindari dari penyakit yang membahayakan.  

Hadirin yang saya hormati

Kiranya cukup sekian saja yang bias saya sampaikan. Saya ucapkan banyak terima kasih atas semua perhatian. Jika terdapat banyak tutur kata yang kurang berkenan di hati, maka saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya

Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

3. Contoh Ketiga Pidato Virus Corona

Assalammualaikum wr. wb.
Semoga kedamaian, keberkahan, dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai kita semua.

Para warga Yogyakarta, juga anak-anakku yang sedang belajar di rumah, Saudara-saudaraku semuanya.

SAYA, Hamengku Buwono, pada hari-hari ini yang sarat akan ketidakpastian, yang digambarkan oleh Pujangga Wekasan, Ranggawarsito, dalam Serat Kalatidha, suasana tidha-tidha yang sulit diramal, penuh rasa was-was, saya mohon para warga agar bersama-sama memanjatkan doa ke haribaan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, agar kita diberi petunjuk di jalan lurus-Nya, kembali pada ketenteraman lahir dan batin.

Di masa tanggap darurat bencana virus corona ini, kita harus menghadapinya dengan sikap sabar-tawakal, tulus-ikhlas, pasrah lahir-batin, disertai ikhtiar yang berkelanjutan. Sama seperti juga bagi saya, yang berkewajiban menjadi pamong praja beserta pamomong rakyat Yogyakarta, harus berpegang teguh pada ajaran Jawa: “Wong sabar rejekine jembar, Ngalah urip luwih berkah”.

Suasana dualistis ini ibarat mata uang logam, di balik “bahaya” ada “peluang”, bagaikan pedang bermata dua, bisa untuk “membunuh musibah” atau “bertahan hidup”. Islam mengajarkan, di balik cobaan hari ini selalu ada berkah yang datang kemudian. Kemudahan memang tampak enak, dan bisa membuat orang terlena. Di mana seorang pengemudi mobil mengantuk? Bukan di jalan sulit dan sempit, tetapi di jalan raya yang mulus. Pepatah Jawa mengatakan: “kêsandhung ing râtâ, kêbêntus ing tawang”.

Saudara-saudaraku Warga Yogya semuanya,

BERBEDA dengan bencana gempa tahun 2006 yang kasat-mata. Sekarang ini, virus corona itu jika memasuki badan, tidak bisa kita rasakan, dan menyerangnya pun tak terduga- duga. Menghadapi hal itu, kita selayaknya bisa menjaga kesehatan, laku prihatin, dan juga wajib menjalankan aturan baku dari sumber resmi yang terpercaya. Saya yakin, karena rakyat Yogyakarta memiliki kadar literasi yang tinggi, tentu bisa membedakan mana yang berita hoax serta mana-mana yang benar dan nalar. Pepatah Jawa kembali mengatakan: “Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelem ndalan”.

Karena itu, strategi mitigasi bencana non-alam ini, DIY belum menerapkan “lock- down”. Melainkan “calm-down” untuk menenangkan batin dan menguatkan kepercayaan diri,
agar eling lan waspada. Eling atas Sang Maha Pencipta dengan laku spiritual: “lampah” ratri, zikir malam, mohon pengampunan dan pengayoman-Nya.

Waspada, melalui kebijakan “slow-down”, sedapat mungkin memperlambat merebaknya pandemi penyakit corona, dengan cara reresik diri dan lingkungannya sendiri- sendiri. Kalau merasa kurang sehat harus memiliki kesadaran dan menerima kalau wajib “mengisolasi diri” pribadi selama 14 hari sama dengan masa inkubasi penyakitnya. Jaga diri. Jaga keluarga. Jaga persaudaraan. Jaga masyarakat, dengan memberi jarak aman, dan sedapat mungkin menghindari keramaian jika memang tidak mendesak betul. Bisa jadi kita merasa sehat, tapi sesungguhnya tidak ada seorang pun yang bisa memastikan bahwa kita benar-benar sehat. Malah bisa jadi kita yang membawa bibit penyakit. Karena itu saya mengingatkan pada pepatah Jawa lagi: “Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan”. Pesan saya singkat: ”Waspadalah dan berhati-hatilah Saudara-saudaraku!”

Doaku buat seluruh warga: “Sehat, sehat, sehat!”. Semoga Gusti Allah berkenan meridhai-Nya. Aamiin.

Terima kasih. Wassalamualaikum wr. wb.

Pidato di atas merupakan salah satu pidato Sultan HB X Terkait COVID-19

Baca juga: Contoh Pidato Tentang Kedisiplinan Dimulai Dari Diri Sendiri

Penutup

Demikian yang dapat Sawal Walker, tentang contoh pidato tentang virus Corona atau Covid-19. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi www.sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel pidato berikutnya.

Sumber:

Leave a Comment