NEWSLETTER

Akhir Perang Padri di Sumatera Barat Secara Singkat

Sawal Walker, Akhir Perang Padri di Sumatera Barat Secara Singkat – Tahukah anda bagaimana akhir perang padri?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang akhir perlawanan perang, di Sumatera Barat. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan secara singkat mengenai akhir perang padri yang ada dibawah berikut ini.

akhir perang padri

Perang Padri adalah peperangan yang berlangsung di Sumatera Barat dan sekitarnya terutama di kawasan Kerajaan Pagaruyung dari tahun 1803 hingga 1838. Perang ini merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan penjajahan.

Baca juga https://www.sawalwalker.com/rangkuman-sejarah-perang-padri/

Akhir Perang Padri di Sumatra Barat

Sulitnya mengalahkan pasukan yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol, membuat belanda mengirim sebuah undangan untuk gencatan senjata. Gencatan senjata itu pun diterima oleh Tuanku Imam Bonjol setelah mempertimbangkannya dengan matang-matang. Gencatan senjata akan dilangsungkan selama 14 hari artinya akan berkibar bendera putih selama kurun waktu tersebut. Imam Bonjol kemudian diminta untuk hadir dalam perundingan tanpa membawa senjata apapun, tempat pelaksanaan perundingan yaitu di Palupuh.

Ternyata perundingan yang dibuat oleh Belanda hanya tipu muslihat untuk dapat menangkap Tuanku Imam Bonjol. Ia kemudian berhasil ditangkap, peristiwa penangkapan ini terjadi pada bulan Oktober tahun 1837. Imam Bonjol kemudian diasingkan ke beberapa daerah dalam kurun waktu tertentu, daerah tersebut meliputi Cianjur, Ambon dan Menado. Setelah diasingkan selama kurang lebih 27 tahun, beliau kemudian wafat, tepatnya pada tanggal 8 November 1864.

Setelah Benteng Bonjol dapat dikuasai oleh Belanda ternyata perlawanan rakyat Minangkabau terhadap penjajah tersebut masih terus dilakukan. Serangan yang dilakukan pada 28 Desember 1828 dipimpin oleh Tuanku Tambusai.

Benteng terakhir kaum padri yang berada di dalu akhirnya dapat dikalahkan, pasukan Padri pun mundur dan mereka pindah ke daerah Semenanjung Malaya, tepatnya Negeri Sembilan. Akibat kekalahan tersebut, perang Padri dianggap telah selesai dan berakhir dengan kemenangan oleh penjajah Belanda dan menandakan berakhirnya perlawanan perang padri.

Tokoh yang berperan penting dalam Perang Padri adalah Tuanku Iman Bojol, ia kemudian menjadi pahlawan nasional dalam perjuangan mengusir penjajah di Nusantara (Indonesia saat itu).

Baca juga Nama Tokoh – Tokoh Perang Padri dari Indonesia dan Belanda

Demikian yang dapat Sawal Walker bagikan, tentang akhir perang padri di Sumatera Barat secara singkat. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel sejarah berikutnya.

 

You May Also Like

Sawal Walker

About the Author: Sawal Walker

Ketika Allah memberikanmu nikmat secara finansial, jangan naikkan standar hidupmu, melainkan tingkatkan standarmu dalam berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *