NEWSLETTER

Contoh Pendekatan Keruangan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Sawal Walker, Contoh Pendekatan Keruangan dalam kehidupan sehari-hari – Setelah di jelaskan contoh pendekatan ekologi, saatnya kita melangkah pada contoh pendekatan keruangan. Tahukah Anda, bagaimana contoh pendekatan keruangan?, Jika belum, tepat sekali Anda mengunjungi artikel ini. Karena kami akan membahas tentang contoh pendekatan keruangan, dalam kehidupan sehari-hari. Nah, langsung saja simak penjelasan contoh pendekatan keruangan berikut ini.

Contoh Pendekatan Keruangan (Spatial Approach)

Gambar Contoh Pendekatan Keruangan

Geografi ialah salah satu cabang disiplin ilmu, yang mempelajari sistem-sistem alam. Dalam hal ini, pendekatan geografi dalam geografi modern atau geografi terpadu merumuskan tiga jenis pendekatan ilmu geografi. geografi modern merumuskan pendekatan geografi menjadi 3, yaitu pendekatan keruangan, pendekatan ekologi atau lingkungan, dan pendekatan kompleks wilayah. Berikut penjelasan lengkap tentang contoh pendekatan keruangan, antara lain :

Contoh Pendekatan Keruangan

Dalam contoh pendekatan keruangan (spatial approach), keruangan adalah seluruh permukaan bumi yang merupakan tempat hidup tumbuhan, hewan, dan manusia. Pendekatan keruangan menganalisis gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang. Analisis keruangan merupakan pendekatan yang khas dalam geografi, sebab merupakan studi tentang keanekaragaman ruang muka bumi dengan membahas masing-masing aspek-aspek keruangannya.

Baca Juga Metode Pendekatan Geografi

Pengertian pendekatan keruangan dalam geografi ialah pendekatan yang mendasarkan pada perbedaan lokasi dari sifat-sifat pentingnya menyerupai perbedaan struktur, pola, dan proses. Dalam mengkaji aspek-aspek tersebut, seorang ahli geografi sangat memperhatikan faktor letak, distribusi (persebaran), interrelasi serta interaksinya. Karena itu, analisis keruangan dapat dijadikan dasar untuk perencanaan penggunaan lahan tertentu.

Struktur keruangan berafiliasi dengan elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, garis, dan area. Sedangkan pola keruangan berkaitan dengan lokasi distribusi ketiga elemen tersebut. Distribusi elemen geografi ini akan membentuk banyak sekali macam pola, misalnya radial, memanjang, dan lainnya. Proses keruangan sendiri berkenaan dengan perubahan elemen pembentuk ruang.

Dapat disimpulkan bahwa ada banyak sekali faktor yang memilih pola penyebaran serta cara mengubah pola sehingga dicapai penyebaran yang lebih baik, efisien, dan wajar. Analisis suatu problem memakai pendekatan geografi ini sanggup dilakukan dengan pertanyaan 5W 1H, antara lain :

  1. Pertanyaan What (apa), mengetahui jenis fenomena alam yang terjadi.
  2. Pertanyaan Where (di mana), mengetahui tempat fenomena alam berlangsung.
  3. Pertanyaan When (kapan), mengetahui waktu terjadinya fenomena alam.
  4. Pertanyaan Who (siapa), mengetahui subjek atau pelaku yang mengakibatkan terjadinya fenomena alam.
  5. Pertanyaan Why (mengapa), mengetahui penyebab terjadinya fenomena alam.
  6. Pertanyaan How(bagaimana), mengetahui proses terjadinya fenomena alam.

Dengan memakai pendekatan geografi menyerupai di atas, kita sanggup menganalisis suatu tanda-tanda alam yang terjadi di sekitar kita. Bahkan musibah, yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia. Sebagai perbandingan, Anda akan diberikan satu pola lagi mengenai penerapan pendekatan ini dalam analisis problem geografi yang lain, yaitu analisis terjadinya banjir di Jakarta. Untuk yang kesekian kali, banjir terjadi lagi di Jakarta. Yang terbaru, tragedi ini terjadi pada 1 Februari 2007. Banjir ini hampir merendam sebagian Jakarta.

Baca Juga Contoh pendekatan ekologi

Untuk menganalisis tragedi bajir tersebut, ada tiga tahap yang sanggup kita lakukan. Tahap pertama penerapan contoh pendekatan keruangan dilakukan dengan melihat pola, struktur, dan proses keruangan di wilayah-wilayah sekitar Jakarta, menyerupai Bogor, puncak, dan Cianjur. Pada tahap ini sanggup diidentifikasi fenomena alam menyerupai daerah hulu sungai. Setelah itu, pada tahap kedua dilakukan zonasi menurut karakteristik kelerengannya, contohnya agak landai, curam, dan datar.

Tahap ketiga pada contoh pendekatan keruangan, ditinjau ketepatan pemanfaatan lahan di tiap tiap zona. Studi aspek fisik ini perlu ditambahkan dengan karakteristik penduduk di wilayah tersebut, menyerupai tingkat pendidikan, mata keterampilan, pencahariannya, dan kebiasaannya. Melalui banyak sekali gosip yang diterima, sanggup ditemukan keterkaitan antara kondisi alam dan insan dengan terjadinya banjir. Pada akhirnya, kita akan sanggup merumuskan upaya penanggulangan tragedi banjir di Jakarta.

Akhir Kata

Demikian yang dapat Sawal Walke bagikan tentang Contoh Pendekatan Keruangan dalam kehidupan sehari-hari, dimana pengertian pendekatan keruangan dalam geografi ialah pendekatan yang mendasarkan pada perbedaan lokasi dari sifat-sifat pentingnya menyerupai perbedaan struktur, pola, dan proses. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah mengunjungi sawalwalker.com, dan sampai jumpa lagi pada artikel Geografi berikutnya.

You May Also Like

Inces Walker

About the Author: Inces Walker

“Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” – HR Ath-Thabrani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *