NEWSLETTER

Dampak Konflik Sampit, Perang Antar Suku Dayak dan Madura

Sawal Walker, Dampak Konflik Sampit, Perang Antar Suku Dayak dan Madura – Tahukah anda apa dampak konflik sampit?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang dampak konflik sampit, perang suku Dayak vs Madura. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai dampak konflik sampit secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

Konflik Sampit yang terjadi cukup lama dan di daerah yang kurang lebih lumayan besar, menimbulkan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat disekitar Sampit dan lainnya. Seperti tetesan sebuah tinta warna pada segelas air jernih, meskipun hanya setetes namun dapat menyebar ke semua bagian air yang ada dalam gelas tersebut. Negara Indonesia dapat di misalkan sebagai gelas dan konflik Sampit menjadi tinta warnanya.

Baca juga Sejarah Tragedi Sampit, Suku Dayak vs Madura Yang Mengerikan

dampak konflik sampit

Begitupun dengan dampak yang terjadi setelah adanya konflik Sampit di Indonesia. Tidak hanya berdampak di daerah, yaitu Sampit saja. Namun, daerah lain juga ikut merasakan dampaknya. Meskipun, tidak separah apa yang dirasakan oleh warga di kedua suku di Sampit sana.

Meskipun tidak semua daerah di Indonesia yang mengalami konflik Sampit ini. Namun, semua warga Indonesia pasti tau bahwa konflik Sampit memang pernah terjadi dan ada di negara Indonesia tercinta ini. Konflik sampit sudah menjadi sebuah kasus yang termasuk ke dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang berat. Karena banyak nyawa yang melayang tanpa pertanggung jawaban dalam konflik ini.

Dampak Konflik Sampit juga dirasakan oleh pemerintah Indonesia, terutama dalam bidang penarikan investor-investor asing agar mau menanamkan modal ke perusahaan negara. Karena adanya konflik Sampit ini membuat para investor yang akan menanamkan modal ke Indonesia harus berpikir dua kali, karena keadaan di Indonesia yang masih belum stabil dan masih terjadi konflik di Sampit. Para investor takut menanamkan modal pada negara yang masih belum bisa mengkondisikan dan mengatur warga negaranya sendiri.

Akibatnya, pendapatan negara semakin menurun di mata Dunia. Nilai rupiah semakin turun dan kerja sama dagang dengan negara lain sulit untuk dilakukan. Sehingga terjadilah kemunduran ekonomi di saat pemerintahan, belum bisa mengatasi dengan cepat konflik Sampit dan adanya konflik ini.

Selain secara ekonomi, konflik Sampit membuat citra Indonesia menjadi buruk di mata dunia. Mereka beranggapan bahwa semua orang Indonesia pastinya seperti yang ada di dalam konflik sampit. Hal ini tentunya merugikan semua masyarakat yang ada di Indonesia. Padahal sebelumnya warga negara Indonesia dikenal dengan keramahan tamahannya dan kesopan santunannya. Namun, karena konflik ini runtuhlah sudah semua anggapan baik tentang Indonesia tersebut.

Dengan pencitraan bangsa Indonesia yang dituding tidak baik, sulit bagi bangsa Indonesia mendapatkan kepercayaan dari negara asing. Hal ini dapat menghambat banyak aktifitas warga dan negara Indonesia yang masih belum bisa berdiri sendiri tanpa adanya tunjangan dan dukungan dari negara asing. Karena Indonesia masih dikategorikan sebagai negara berkembang.

Rasa takut akan kedua suku yang terlibat dalam konflik Sampit, pastinya dirasakan oleh semua pihak. Baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Setiap orang pasti sudah mengecap buruk suku Dayak dan Madura, karena adanya konflik Sampit tersebut.

Masyarakat pasti merasa takut apabila bertemu dengan suku Dayak maupun Madura, mereka pastinya akan berfikiran bagaimana kalau apa yang terjadi pada suku Dayak dan Madura, juga akan meluas dan terjadi pada diri mereka masing-masing. Konflik ini menimbulkan ketegangan dan rasa tidak aman atau nyaman bagi warga negara terhadap suku Dayak maupun suku Madura.

Konflik ini juga berdampak pada peningkatan pengangguran di daerah sekitar ataupun dekat dengan tempat terjadinya konflik Sampit tersebut. Masyarakat sekitar cenderung akan merasa takut dan tegang apabila berada di daerah yang situasinya tidak aman dan terjadi pembunuhan di mana-mana. Keadaan ini menimbulkan tirinya gairah kerja masyarakat menurun, sehingga muncullah banyak pengangguran di daerah sekitar tempat terjadinya konflik.

Dengan banyaknya pengangguran, membuat masalah lagi bagi masyarakat. Setiap manusia butuh makan dan minum untuk menyambung kehidupannya, dan itu dilakukan dengan bekerja dan mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. Apabila seseorang tidak dapat mencari nafkah (pengangguran) maka kehidupannya tidak akan berlangsung sejahtera.

Dampak paling menyesalkan di konflik sampit ini adalah hilangnya nyawa-nyawa anak yang tidak berdosa. Para anak-anak kecil yang tidak tahu apa-apa ikut terseret dan disiksa maupun tewas pada saat konflik ini terjadi. Mereka yang seharunya masih memiliki kehidupan yang panjang, malah dirampas hidupnya oleh keegoisan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Di saat seorang anak yang pada umumnya biasa bermain dan belajar dengan senang dan penuh semangat di usianya itu. Namun karena konflik sampit ini perasaan senang yang mereka miliki harus tergantikan dengan perasaan takut dan was-was. Mental anak-anak kecil yang ada di dalam konflik pastinya akan terganggu dengan suasana yang tidak bersahabat dan keadaan yang tidak mendukung bagi pertumbuhan mereka.

Baca juga Faktor Penyebab Konflik Sampit, Perang Suku Dayak vs Madura

Proses pembelajaran yang seharusnya mereka dapatkan pastinya akan tertunda dan terganggu karena adanya kerusuhan dan konflik antara suku Dayak dan Madura ini. Sebagai seorang anak, harusnya mereka mendapat perlakuan yang baik. Bukannya malah ikut terseret dalam konflik dan mengalami penyiksaan secara fisik maupun mental, pada diri mereka.

Demikian yang dapat Sawal Walker bagikan, tentang dampak konflik Sampit, perang antar suku Dayak dan Madura. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel perang Sampit berikutnya.

You May Also Like

Sawal Walker

About the Author: Sawal Walker

Ketika Allah memberikanmu nikmat secara finansial, jangan naikkan standar hidupmu, melainkan tingkatkan standarmu dalam berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *