NEWSLETTER

Faktor Penyebab Konflik Sampit, Perang Suku Dayak vs Madura

Sawal Walker, Faktor Penyebab Konflik Sampit, Perang Suku Dayak vs Madura – Tahukah anda faktor penyebab konflik sampit?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang faktor penyebab konflik sampit, antara suku dayak vs madura di Kalimantan. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai faktor penyebab konflik sampit secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

Konflik Sampit merupakan pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura dari pulau Madura.

Faktor Penyebab Konflik Sampit

Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Perang Antar Suku di Sampit

Sebuah pertikaian, konflik, perkelahian, perselisihan atau apapun itu namanya, pasti memiliki titik awal. Biasanya sebuah konflik berawal dari hal-hal yang sepele, namun dibesar-besarkan oleh orang yang membicarakannya.

Sedangkan titik awal ataupun penyebab dari konflik Sampit ini sendiri ada banyak hal dan terdapat dari banyak sumber informasi data, inilah beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik Sampit.

1. Faktor perekonomian

Tidak meratanya pembagian di bidang sumber daya alam yang tersedia di hutan Kalimatan tengah, terhadap setiap suku Dayak dan Madura. Tempat para migrasi dan suku Dayak asli hidup dan bertempat tinggal.

Baca juga Sejarah Tragedi Sampit, Suku Dayak vs Madura Yang Mengerikan

2. Faktor Kurangnya Pemahaman Terhadap Hak Asasi Manusia

Faktor pemahaman HAM merupakan hal terpenting yang ada, karena apa yang terjadi di Sampit ini merupakan kurangnya pemahaman HAM oleh kedua suku.

Dimana perbedaan harusnya dihargai dan dihormati bukan untuk sebuah perselisihan dan konflik yang bahkan menimbulkan kericuhan yang sangat merugikan. Masyarakat masih sangat perlu untuk lebih mempelajari mengenai hak-hak dan kewajiban yang dimiliki oleh setiap manusia sejak lahir, hingga ia mati.

3. Faktor Hukum

Setiap tindakan kriminal seharusnya dan sepantasnya pasti akan mendapatkan hukuman dari pihak yang berwenang. Baik hukuman dari adat istiadat setempat maupun hukuman dari pemerintahan.

Namun apabila hukum tersebut tidak diberlakukan dan orang yang melanggar kriminal malah diamankan seperti di Sampit. Contohnya, suku Madura yang menyembunyikan anggotanya yang bersalah. Banyak juga masyarakat suku Madura yang melakukan pengrusuhan, pengeroyokan dan pembunuhan tidak ditindak lanjuti hukumnya sama sekali.

Maka, dari kejadian tersebut akan terjadi banyak persoalan yang akhirnya muncul di kemudian harinya. Kita sebagai masyarakat harus adil dan mau taat terhadap hukum. Apabila orang itu salah maka ia pantas mendapat hukuman. Jika kita menyembunyikan orang yang bersalah, maka kita juga akan termasuk ke dalam orang-orang yang salah.

4. Faktor Keegoisan Manusia

Sumber daya alam yang terdapat di Kalimantan Tengah pastinya sangatlah banyak. Dari sumber alam tersebut salah satunya terdapat tambang emas yang sudah dikelola oleh suku Dayak. Karena keegoisan suku Madura, mereka ingin mengambil dan menambang emas yang dikelola oleh suku Dayak.

Padahal suku Madura sebagai suku yang bermigrasi seharusnya bersyukur karena sudah mendapatkan tempat yang layak dan banyak keuntungan lainya. Namun, karena keserakahan suku Madura itu, terjadilah perkelahian yang menewaskan banyak korban. Coba jika suku Madura menerima dan tidak serakah dalam masalah harta. Kejadian pahit di Sampit itu tidak akan terjadi.

5. Faktor Kepribadian

Melihat dari kasus-kasus kerusuhan antara suku Dayak dan Madura. Suku Madura yang melakukan migrasi ke Kalimantan, memiliki sifat dan kepribadian yang kurang baik. Seperti saat terjadinya pemerkosaan, persengketaan tanah dan perebutan tambang emas yang berakibat perkelahian dan korban tewas yang cukup banyak.

Apabila karakter suku Madura baik, maka kejadian tersebut tidak akan terjadi. Seharusnya, setiap imigran yang akan dikirimkan ke luar pulau harus dikarantina terlebih dahulu. Sehingga setiap imigran bisa memiliki sikap yang baik saat berada di daerah migrasi.

6. Faktor Pemerintahan

Meskipun tidak begitu terlihat dalam konflik Sampit ini. Namun tidak dapat dielakkan bahwa pemerintah juga menjadi faktor adanya konflik Sampit, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mengapa? Karena pemerintah yang melakukan program imigrasi kurang memperhatikan, dalam bidang kesiapan secara mental dan sikap para migrasi dari suku Madura yang dikirimkan pemerintah, belum memenuhi syarat agar bisa bersosialisasi dan hidup berdampingan dengan suku asli di daerah yang ditempati, yaitu Kalimantan Tengah.

Selain itu, pemerintah juga kurang tegas dan cekatan dalam penanganan konflik Sampit. Hal ini juga menjadi pemicu dan faktor munculnya konflik Sampit, karena masyarakat merasa keadilan yang seharusnya mereka dapat, tidak segera terealisasikan.

7. Faktor Dendam yang Berkelanjutan

Saat adanya suatu masalah, dan masalah tersebut tidak diselesaikan dengan baik, maka menimbulkan sebuah dendam antara suku Dayak dan Madura.

Setiap suku saling membela dan melindungi suku masing-masing, juga dalam hal menyembunyikan tersangka pembunuhan dan pemerkosa dari suku Madura.

8. Faktor Sosial

Antara suku Dayak dan Madura sedari awal sudah tidak akur. Semua ini dapat dilihat dengan adanya persaingan antara suku Dayak sebagai penduduk asli yang ingin tetap jaya di daerahnya dan suku Madura yang ingin jaya dan berhasil di daerah yang mereka tempati.

Persaingan yang terjadi tidak secara damai, namun secara agresif dan tidak terkendali, membuat timbulnya kericuhan dan berujung pada konflik Sampit.

Kesimpulan

Banyaknya faktor yang menyebabkan terjadinya konflik Sampit, membuktikan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia masih belum utuh saat itu. Selain itu, tidak heran bila konflik Sampit terjadi, karena banyak faktor yang melatar belakangi konflik yang terjadi. Sebagai warga negara yang baik kita harus bisa mengambil hidayah dari konflik Sampit, sehingga untuk kedepannya konflik ini tidak terulang kembali.

Demikian yang dapat Sawal Walker bagikan, tentang faktor penyebab konflik Sampit, perang Suku Dayak vs Madura di Kalimantan. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel perang sampit berikutnya.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_Sampit

You May Also Like

Sawal Walker

About the Author: Sawal Walker

Ketika Allah memberikanmu nikmat secara finansial, jangan naikkan standar hidupmu, melainkan tingkatkan standarmu dalam berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *