NEWSLETTER

5 Fungsi Uang Dalam Agama Islam Pada Ekonomi

Sawal Walker, 5 Fungsi Uang Dalam Agama Islam Pada Ekonomi – Tahukah anda fungsi uang dalam agama Islam?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang fungsi uang dalam agama Islam, terkait ekonomi. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai fungsi uang dalam agama Islam secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

fungsi uang dalam agama Islam
sumber gambar: https://www.delimun.com

Mengenal Fungsi Uang Dalam Agama Islam

Dalam sistem perekonomian manapun, fungsi utama uang adalah sebagai alat tukar (medium of axchange). Ini adalah fungsi utama uang. Dari fungsi utama ini, diturunkan fungsi-fungsi yang lain seperti uang sebagai standard of value (pembakuan nilai), store of value (penyimpan kekayaan),unit of account (satuan penghitungan) dan standard of defferred payment (pembakuan pembayaran tangguh) mata uang manapun pasti akan berfungsi seperti ini.

Namun ada suatu hal yang sangat berbeda dalam memandang uang, antara sistem kapitalis dengan sistem Islam. Dalam sistem perekonomian kapitalis, uang tidak hanya sebagai alat tukar yang sah (legal tender) melainkan juga sebagai komoditas. Menurut sistem kapitalis, uang juga dapat diperjual belikan dengan kelebihan baik on the spot maupun secara tangguh. Lebih jauh dengan cara pandang denikian, maka uang juga dapat di sewakan (leasing).

Dalam islam apapun yang berfungsi sebagai uang, maka fungsinya hanyalah sebagai medium of exchange. Bukan suatu komoditas yang bisa di jual belikan baik secara on the spot maupun bukan.

Satu fenomena penting dari karakteristik uang adalah bahwa ia tidak di perlukan untuk di konsumsi, ia tidak di perlukan untuk dirinya sendiri,melainkan di perlukan untuk mebeli barang yang lain sehingga kebutuhan manusia dapat terpenuhi.inilah yang di jelaskan oleh imam ghazali bahwa emas dan perak hanyalah logam yang di dalam substansinya (zat nya itu sendiri ) tidak ada manfaatnya atau tujuan-tujuannya.

Menurut beliau,”kedua-duanya tidak memiliki apa-apa tetapi keduanya berarti segala-galanya”. Keduanya ibarat cermin ia tidak memiliki warna namun ia bisa mencerminkan semua warna.

Ketika uang di perlakukan sebagai komoditas oleh sistem kapitalis,berkembanglah apa yang di sebut pasar uang. Terbentuknya pasar uang ini menghasilkan dinamika yang khas dalam perekonomian konvensional,terutama pada sistem moneternya.

Pasar uang ini yang kemudian berkembang dengan munculnya pasar derivatif, yang merupakan turunan dari pasar uang. Pasar derivatif ini menggunakan instrumen bunga sebagai harga dari produk-produknya.

Transaksi di pasar uang dan pasar derivatifnya ini tidak berlandaskan motif transaksi yang ril sepenuhnya,bhkan sebagian besar di antaranya mengandung motif spekulasi. Maka tidak heran jika perkembangan di pasar moneter konvensional begitu spektakuler.

Dalam perjalanan sejarah,berkembang pemikiran bahwa uang tidak hanya bisa di buat dari emas atu perak. Dalam pikiran para sahabat Rasulullahpun telah berkembang kemungkinan untuk membuat uang dari bahan lain. Misalnya Umar bin Khatab pernah mengatakan:”Aku ingin (suatu saat) menjadikan kulit unta sebagai alat tukar”.

Pernyataan ini keluar dari bibir seseorang yang sangat paham akan hakikat uang dan fungsinya dalam ekonomi. Menurut Umar,sesungguhnya uang sebagai alat tukar tidak harus terbatas pada dua logam mulia saja seperti emas dan perak.

Kedua logam mulia ini akan mengalami ketidakstabilan mana kala terjadi ketidakstabilan pada sisi permintaan maupum penawarannya. Karna itu, apapun, sesungguhnya dapat berfungsi menjadi uang termasuk kulit unta. Dalam pandangannya suatu barang yang telah berubah fungsinya menjadi alat tukar (uang),maka funsi moneternya akan meniadakanfungsinya atau paling tidak akan mendominasi fungsinya sebagai komuditas biasa.

Oleh karena itu sebagai orang islam yang baik, sebaiknya kita memfungsikan uang sesuai dengan hakikat atau ketentuannya yang sesuai dengan tujuan ekonomi islam seperti berikut fungsi uang dalam agama Islam :

  1. Memfungsikan uang dengan baik dan benar sesuai dengan hukum ekonomi syariah dalam islam akan membuat uang lebih berkah.
  2. Memfungsikan uang dengan aturan islam yang benar dan menghindari riba, karena mengikuti aturan tersebut termasuk dalam salah satu cara sukses menurut islam.
  3. Dalam menjalankan sebuah aktivitas transaksi jual beli, kita juga harus tahu apa saja macam-macam riba karena ada banyak sekali bahaya riba bagi kehidupan kita.
  4. Kita harus mengetahui apa saja peraturan yang ada, karena hal tersebut merupakan salah satu cara untuk sukses dunia akhirat menurut islam.
  5. Dan jika mendapatkan lebih dari rezeki jual beli tersebut, kita harus bisa melaksanakan rukun islam yang ke 5 yaitu berzakat pada orang-orang yang berhak sebagai penerima zakat tersebut.

Baca juga pengertian uang menurut para ahli ekonomi

Penutup

Demikian yang dapat Sawal Walker bagikan, tentang fungsi uang dalam agama Islam, dimana Uang adalah alat tukar barang atau jasa ( medium of exchange ). Sekian dan terima kasih telah mengunjungi sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel pendidikan ekonomi berikutnya.

Sumber:

  • https://dalamislam.com/hukum-islam/ekonomi/fungsi-uang-dalam-islam
  • http://erwinaryanto1234.blogspot.com/2017/04/uang-kertas-dan-fungsi-uang-dalam-islam.html
  • Nurul Huda M.Heykal,Lembaga Keuangan Islam (Jakarta:PT Fajar Inter Pratama Mandiri,2000)

You May Also Like

Sawal Walker

About the Author: Sawal Walker

Ketika Allah memberikanmu nikmat secara finansial, jangan naikkan standar hidupmu, melainkan tingkatkan standarmu dalam berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *