NEWSLETTER

Kesimpulan Perang Padri di Sumatera Barat 1803-1821

Sawal Walker, Kesimpulan Perang Padri di Sumatera Barat 1803-1821 – Tahukah anda kesimpulan dari perang padri?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang kesimpulan tentang perang padri, yang terjadi di Minangkabau Sumatera Barat. Jadi, pada kesempatan ini kita akan memberikan ringkasan perang padri yang terjadi pada tahun 1803 hingga 1821. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai kesimpulan perang padri secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

kesimpulan perang padri

Pada awalnya, Perang Padri merupakan peperangan yang terjadi antara sesama umat beragama di daerah tersebut, tetapi lama kelamaan umat beragama itu bersatu untuk melawan penjajah Belanda di daerahnya. Kenapa dinamakan Perang Padri? karena pada saat itu, kaum Padri adalah kaum para Ulama yang berusaha memberantas kemaksiatan yang dilakukan oleh kelompok adat, seperti minum-minuman keras, sabung ayam dan berkembang menjadi perjudian.

Baca juga Sejarah Latar Belakang Terjadinya Perang Padri di Sumatera Barat

Kesimpulan Perang Padri di Minangkabau Sumatera Barat 1803-1821

Peperangan ini terjadi karena adanya perbedaan pendapat oleh dua kaum yang berada di satu etnis, karena itu perang ini disebut juga perang saudara (perang satu etnis). Perang ini terjadi dengan adanya campur tangan Belanda yang membantu kaum adat. Perang ini di bagi menjadi dua gelombang.

Gelombang pertama (1821-1825), Kaum Padri melawan Kaum Adat yang di bantu oleh Belanda. Namun pada akhirnya Belanda menandatangani perjanjian damai karena bersamaan dengan Perang Diponegoro.

Gelombang ke dua (1830-1837), Perang ini sudah berbeda ddeengan perang gelombang pertama. Perang ini di lakukan oleh Belanda melawan Kaum Padridan Kaum Adat.

Kaum Padri dan Kaum Adat yang sebelumnya berbeda pendapat kini sudah memiliki persamaan pendapat. Mereka tahu bahwa mereka harus bersatu untuk melawan penjajah.

Setelah itu, Kaum Padri melawan Belanda dengan kekuatan yang lebih, sehingga Belandapun kekurangan pasukan. Belanda meminta pasukan dari orang Eropa dan Afrika. Kubu Belanda dan Kaum Padri mendirikan benteng pertahanan di daerahnya masing-masing.

Baca juga Jalannya Perang Padri Secara Singkat Saat Melawan Belanda

Dan akhirnya kaum Padri pun dapat di kalahkan oleh Belanda, Tuanku Imam Bonjol di asingkan di Cianjur kemudian di pindahkan ke Minahasa hingga wafat dan di makamkan di Pineleng (dekat Kota Manado).

Penutup

Demikian yang dapat Sawal Walker bagikan, tentang Kesimpulan Perang Padri di Sumatera Barat 1803-1821, dimana diatas telah dijelaskan secara lengkap mengenai kesimpulan dari perang padri. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi www.sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel pendidikan sejarah berikutnya.

Baca juga 5 Akibat Perang Padri di Minangkabau Sumatera Barat

You May Also Like

Sawal Walker

About the Author: Sawal Walker

Ketika Allah memberikanmu nikmat secara finansial, jangan naikkan standar hidupmu, melainkan tingkatkan standarmu dalam berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *