NEWSLETTER

Korban Tragedi Dayak Vs Madura Pada Konflik Sampit

Sawal Walker, Korban Tragedi Dayak Vs Madura Pada Konflik Sampit – Tahukah anda korban tragedi Dayak vs Madura?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang korban tragedi Dayak vs Madura, pada konflik Sampit berdarah. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai korban tragedi Dayak vs Madura secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

Banyak tragedi yang terjadi di Kalimantan. Dari banyaknya tragedi salah satu yang terkenal adalah konflik berdarah sampit. Sampit adalah sebuah nama kota di Provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini booming setelah dijadikan nama sebuah Konflik yang terjadi antara Suku Dayak dan Suku Madura.

Suku Dayak merupakan suku asli yang meninggali Kalimantan dalam hal ini lebih dari 1 juta orang suku dayak tinggal di Kalimantan. Sedangkan Suku Madura merupakan suku pendatang yang berasal dari sebuah pulau di Timur Laut Jawa Timur. Mereka datang ke Kalimantan melalui program yang dilakukan pemerintah yakni transmigrasi guna pemerataan penduduk.

Awalnya kedua nya hidup berdampingan dengan adil dan tidak ada perpecahan. Namun, ada isu yang berkembang antara kedua suku ini mulai dari pemikiran masyarakat Dayak yang mengira Suku Madura melakukan segala cara guna memperkuat ekonomi mereka di Kalimantan , ada juga isu yang berkembang jika konflik ini bermula dari ada salah satu warga Madura yang membunuh seorang ibu suku dayak yang sedang hamil.

Baca juga Konflik Sampit Dayak VS Madura di Kalimantan Tengah

Pembunuhan dilakukan dengan sadis bahkan tubuh korban di sayat dan bayi yang ada didalamnya dikeluarkan. Lalu membakar ibu tersebut. Ada juga isu yang berkembang ada warga Madura yang dibunuh secara sadis oleh orang dayak. Yang mengakibatkan 4 orang warga Madura tewas dan satu orang terluka. Hal ini memicu kemarahan warga Madura yang mengakibatkan mereka mencari rumah yang diduga pembunuh dan membakar rumah serta beberapa rumah disekitarnya.

Hal ini mengakibatkan kemarahan suku dayak , mereka pun melakukan serangan untuk membalas perbutana Suku Madura tersebut, dan masih banyak lagi isu yang berkembang pada saat ini. Isu dan berbagai pandangan yang ada membuat banyak konflik timbul. Salah satunya adalah konflik yang terjadi di Kota Sampit ini. Konflik bermula dari bulan Febuarai 2001 hingga berlanjut bulan – bulan berikutnya di tahun yang sama.

Pada saat konflik ini terjadi hampir seluruh aktivitas yang ada di Kota Sampit dihentikan mulai dari kegitana perdagangan, sekolah , dan bahkan PLN pun dimatikan di sana. Yang ada hanya teriakan dan kata – kata perang. Para keluaraga khususnya tulang punggung keluarga atau Bapak tidak bisa memejamkan matanya setiap malam yang ada mereka hanya bisa berjaga disekitar rumah agar tidak terjadi pembunuhan terhadap anggota keluarganya.

Baca juga Perang Sampit Berdarah, Suku Dayak vs Madura

Konflik ini menimbulkan korban yang tidak sedikit, sebanyak 500 orang yang berasal dari Suku Madura dinyatakan meninggal bukan hanya korban meninggal namun konflik ini juga menimbulkan kerugian akibat perusakan rumah dengan cara dibakar dan cara – cara lain yang terkesan anarkis. Akibatnya sebanyak 100 ribu orang dari suku Madura mengungsi. Untuk korban dari Suku Dayak tersendiri belum ada data yang menunjukan secara pasti berapa korbannya.

Namun jika dilihat dari sisi konflik, bisa diperkirakan jumlah korbannya tidak sedikit. Bahkan bila Anda melewati jalanan di sampit tersandung mayat merupakan hal yang biasa. Anda juga akan menemui sebuah pemandangan seram dimana seseorang yang membawa pengggalan kepala orang yang mereka bunuh. Banyak mayat tanpa kepala berterbaran disetiap sudut kota khususnya yang berada di sekitar rumah orang yang bersuku Madura di sana.

Awalnya korban yang ada berserakan dijalan dan hampir tidak. Korban yang banyak ini akhirnya dibuatkan sebuah Makam Bukan main memang hal dilakukan di sana tak heran jika kegiatan yang dilakukan termasuk ke dalam pelanggaran HAM berat. Ini dapat dijadikan sebuah pelajaran yang sangat berarti bagi seluruh masyarakat Indonesia berikut ini adalah hal- hal yang harus kita lakukan guna meningkatkan persatuan dalam bermasyarakat.

1. Selalu bersikap toleransi

Maksudnya adalah Anda tidak boleh membedakan perbedaan yang ada di dalam masyarakat. Perbedaan yang ada ini dapat digunakan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan yang pastinya akan mewujudkan integritas nasional.

2. Selalu gunakan musyawarah untuk mufakat saat akan memutuskan sesuatu.

Dalam memutuskan segala sesuatu kita tidak boleh egois kita seharusnya mendahulukan kepentingan bersama dibandingkan dengan kepentingan diri sendiri. Ini akan menjadikan kita menjadi seseorang yang senantiasa berjiwa demokratis yang tinggi. Dengan adanya jiwa demokratis dalam diri kita akan lebih mudah dalam menjalani kehidupan.

3. Jangan melakukan segala tindakan yang dapat merusak persatuan

Ini merupakan bentuk dari pengalaman pancasila. Kita harus mewujudkan persatuan dengan tidak melakukan berbagai tindakan anarkis yang dapat memecah belah bangsa ini. Mulai dari hal kecil seperti cekcok dengan tetangga mulailah untuk tidak melakukan itu,

4. Belajar dari pengalaman yang telah terjadi sebelumnya

Pada zaman terdahulu tentu sudah terjadi banyak peristiwa yang akan membuat kita menjadi belajar dan terus belajar agar tidak mengulang kesalahan yang ada.

5. Tidak berusaha membenci satu sama lain

Tanamkan dalam diri sendiri bahwa kita adalah saudara yang harus bersatu antara satu dengan yang lain.

Korban Tragedi Dayak Vs Madura
sumber: kaskus.co.id

Demikian yang dapat Sawal Walker bagikan, tentang Korban Tragedi Dayak Vs Madura Pada Konflik Sampit. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel sejarah perang Sampit berikutnya.

Baca juga Penyelesaian Konflik Sampit, Antar Suku Dayak dan Madura

You May Also Like

Sawal Walker

About the Author: Sawal Walker

Ketika Allah memberikanmu nikmat secara finansial, jangan naikkan standar hidupmu, melainkan tingkatkan standarmu dalam berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *