NEWSLETTER

Pengertian Uang Dalam Pandangan Islam Beserta Pendapat Imam Al-Ghazali

Sawal Walker, Pengertian Uang Dalam Pandangan Islam – Tahukah anda pengertian uang dalam pandangan Islam?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang pengertian uang dalam pandangan Islam, dalam ekonomi. Banyak pengertian uang menurut ahli ekonomi yang berbeda dalam mengartikan uang, terus bagaimana dengan pengertian uang dalam pandangan Islam. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai pengertian uang dalam pandangan Islam secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

Pengertian Uang Dalam Pandangan Islam
sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/

Pengertian Uang Dalam Pandangan Islam Terhadap Ekonomi

Uang dalam ekonomi Islam, secara etimologi uang berasal dari kata al-naqdu, pengertiannya ada beberapa makna yaitu: al-naqdu berarti yang baik dari dirham, menggenggam dirham, membedakan dirham, dan al-naqdu juga bisa berarti tunai.

Baca juga pengertian uang menurut para ahli ekonomi

Kata nuqud tidak terdapat dalam Al-Quran dan hadits, karena bangsa Arab pada umumnya tidak menggunakan nuqud untuk menunjukkan harga. Mereka menggunakan kata dinar untuk menunnjukkan mata uang yang terbuat dari emas, dan kata dirham untuk menunjukkan alat tukar yang terbuat dari perak. Mereka juga menggunakan wariq untuk menunjukkan dirham perak, kata ‘ain untuk menunjukkan dinar emas.

Sedangkan kata fulus (uang tembaga) adalah alat tukar tambahan yang digunakan untuk membeli barang-barang murah. Uang menurut fuqaha tidak terbatas pada emas dan perak yang dicetak, tapi mencakup seluruh jenisnya dinar, dirham dan fulus. Untuk menunjukkan dirham dan dinar mereka menggunakan istilah naqdain. Namun mereka berbeda pendapat apakah fulus termasuk ke dalam istilah naqdain atau tidak.

Dalam pengertian kontemporer, uang adalah benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantara untuk mengadakan tukar-menukar atau perdagangan dan sebagai standar nilai. Taqyudin al-Nabhani menyatakan, nuqud adalah standar nilai yang dipergunakan untuk mengukur barang dan jasa.

Jadi, uang adalah sarana dalam transaksi yang digunakan dalam masyarakat baik untuk barang produksi maupun jasa, baik itu uang yang berasal dari emas, perak, tembaga, kulit, kayu, batu, besi, selama itu diterima masyarakat dan dianggap sebagai uang. Agar dapat diterima sebagai alat tukar, uang harus memenuhi persyaratan tertentu yakni:

  1. Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu
  2. Dapat bertahan lama
  3. Bendanya mempunyai mutu yang sama
  4. Mudah dibawa-bawa
  5. Mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya
  6. Jumlahnya terbatas (tidak berlebih-lebihan)
  7. Dicetak dan disahkan penggunaannya oleh pemegang otoritas moneter (pemerintah)

Penerbitan uang merupakan masalah yang dilindungi oleh kaidah-kaidah umum syari’at islam. Penerbitan dan penentuan jumlahnya merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kemaslahatan umat, karena itu bermain-main dalam penerbitan uang akan mendatangakan kerusakan ekonomi rakyat dan negara.

Misal hilangnya kepercayaan terhadap mata uang akibat turunnya nilai uang yang bisa saja disebabkan oleh pembengkakan jumlah uang beredar, dan lain-lain.

Kondisi ini biasanya diiringi dengan munculnya inflasi ditengah masyarakat yang justru mendatangkan kemudaratan pada rakyat. Karena ekonom muslim berpendapat bahwa penerbitan uang merupakan otoritas negara dan tidak dibolehkan bagi individu untuk melakukan hal tersebut karena dampaknya sangat buruk.

Pengertian Uang Dalam Pandangan Islam Menurut Imam Al Ghazali

Pendapat Imam Al Ghazali tentang uang (Ihya Ulumuddin, 4/347i), beliau berkata:

“Allah menciptakan dinar dan dirham sebagai hakim penengah di antara seluruh harta sehingga seluruh harta bisa diukur dengan keduanya. Dikatakan, unta ini menyamai 100 dinar, sekian ukuran minyak za’faran ini menyamai 100. Keduanya kira-kira sama dengan satu ukuran maka keduanya bernilai sama.

Dan Imam Al-Ghazali juga berkata tentang uang dalam Islam:

Kemudian disebabkan jual beli muncul kebutuhan terhadap dua mata uang. Seseorang yang ingin membeli makanan dengan baju, darimana dia mengetahui ukuran makanan dari nilai baju tersebut. Berapa ? Jual beli terjadi pada jenis barang yang berbeda-beda seperti dijual baju dengan makanan dan hewan dengan baju. Barang-barang ini tidak sama, maka diperlukan “hakim yang adil” sebagai penengah antara kedua orang yang ingin bertransaksi dan berbuat adil satu dengan yang lain. Keadilan itu dituntut dari jenis harta. Kemudian diperlukan jenis harta yang bertahan lama karena kebutuhan yang terus menerus. Jenis harta yang paling bertahan lama adalah barang tambang, maka dibuatlah uang dari emas, perak, dan logam.

Pengertian uang dalam Islam menurut Imam Al Ghazali, beliau mengisyaratkan uang sebagai unit hitungan yang digunakan untuk mengukur nilai harga komoditas dan jasa. Demikian juga beliau mengisyaratkan uang sebagai alat simpanan karena itu dibuat dari jenis harta yang bertahan lama karena kebutuhan yang berkelanjutan sehingga betul-betul bersifat cair dan bisa digunakan pada waktu yang dikehendaki.

Baca juga fungsi uang dalam Islam

Penutup

Demikian yang dapat Sawal Walker bagikan, tentang pengertian uang dalam pandangan Islam, dan pendapat Imam Al-Ghazali mengenai uang. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi www.sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel pendidikan berikutnya.

You May Also Like

Sawal Walker

About the Author: Sawal Walker

Ketika Allah memberikanmu nikmat secara finansial, jangan naikkan standar hidupmu, melainkan tingkatkan standarmu dalam berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *