Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Era Digital

Sawal Walker, Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Era Digital – Tahukah anda pentingnya pendidikan anak usia dini?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) di era digital dalam membangun masa depan bangsa. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

Sebelum membahas tentang pentingnya pedidikan anak usia dini terlebih dahulu kita mengetahui tentang apa itu pendidikan? Pendidikan  merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan bangsa seperti bangsa kita Indonesia.

Mengingat di Negara yang kita cintai ini, pendidikan masih minim. Terutama PAUD/TK, banyak anak yang mengikuti jenjang pendidikan langsung ke pendidikan dasar/SD. Sebenarnya PAUD/TK juga sangat penting, karena untuk mengembangkan pola pikir anak. Namun warga kita sangat menyepelekan pendidikan usia dini (PAUD/TK).

Jadi pendidikan adalah suatu pembelajaran tentang adanya pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan oleh seseorang yang dilakukan dalam waktu yang panjang dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui interaksi yang dilakukan dalam proses pembelajaran dari jenjang Pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun sampai pendidikan tinggi.

Dengan adanya pendidikan maka kita akan lebih mudah mengetahui dan memahami apa yang belum diketahui sebelumnya. Dalam pendidikan anak usia dini sangat menekankan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Untuk itu pengembangan program PAUD harus diberikan di berbagai tempat di wilayah Indonesia.

Pendidikan anak memang harus dimulai sejak dini, agar anak bisa mengembangkan potensinya secara optimal. Anak-anak yang mengikuti PAUD menjadi lebih mandiri, disiplin, dan mudah diarahkan untuk menyerap ilmu pengetahuan secara optimal. Hal ini harus dimengerti oleh setiap orang tua, dengan memberikan stimulasi yang tepat agar kemampuan anak tersebut teraktualisasi dan berkembang dengan optimal.

pentingnya pendidikan anak usia dini paud

Mengapa Pendidikan Anak Usia Dini itu sangat penting?

Sebagian orang tua mengangap bahwa pendidikan anak usia dini tidaklah penting, bagi mereka menyekolahkan anak dimulai dari tingkat pendidikan dasar tidak perlu melalui PAUD, tanpa di sadari bahwa pendidikan anak itu dimulai dari dalam kandungan sampai seterusnya. Pendidikan anak usia dini yang orang tua berikan bagi anak merupakan suatu persiapan kematangan anak dalam menghadapi masa demi masa untuk perkembangannya di masa yang akan datang.

Saat ini telah banyak berbagai sekolah taman kanak-kanak memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas demi mengembangkan kemampuan dan bakat dalam diri anak tersebut.Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu fondasi awal dalam membantu proses pembentukan karakter anak, dimana dalam program pendidikan anak usia dini juga menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar.

Dengan adanya pendidikan anak usia dini sangatlah memudahkan bagi orang tua yang memiliki kesibukan diluar rumah sehingga tidak sempat memantau prose pertumbuhan dan perkembangan anak mereka setiap saat, pendidikan anak usia dini menekankan anak belajar sesuai dengan kebutuhan anak tanpa adanya tekanan yang diberikan sehingga anak dapat berkreasi dan berimajinasi dan berinteraksi dengan teman-teman yang ada di sekitarnya. Adapun tujuan mengapa pendidikan anak usia dini yaitu sebagai berikut:

  1. Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi dan gerbang pertama agar lebih siap untuk melangkah ke jenjang selanjutnya dan jenjang yang lebih tinggi.
  2. Pada masa ini adalah masa termudah untuk membentuk seseorang menjadi anak yang baik. Mendidik dan mengarhkannya kemandirian, kecerdasan, berprilaku yang baik dan menerapkan norma norma agamapun masih dapat dengan mudah dilakukan pada usia 1 sampai 6 tahun.
  3. Untuk membentuk anak yang berkualitas, berguna dan bermanfaat bagi orang tua, masyarakat, bangsa dan negara, yang dimana didalam proses belajarnya bisa merangsang tumbuh dan kembang sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan yang yang meliputi aspek kognitif, fisik motorik, nilai agama dan moral, bahasa, sosial emosional, seni.
  4. Anak dapat mengembangkan keterampilan melalui motorik halus dan motorik kasar baik dengan bantuan ataupun tanpa bantuan dari guru dan temannya.
  5. Usia ini merupakan usia yang kritis biasanya anak anak memiliki rasa keingintahuan yang masih sangat kuat dan rasa ingin menjadi anak yang kreatif daripada orang lain ketika menemukan hal hal yang baru termasuk pelajaran sekolah yang mencakup semua aspek , maka anak anak akan mudah menyerap dan mudah menerima ilmu pengetahuan apapun yang sedang ingin diketahuinya.
  6. Pentingnya pendidikan anak usia dini tak lain untuk membentuk dan mengarahkan seseorang pada pribadi yang kuat (tidak mudah putus asa), lebih kreatif dan tidak menjadi penyebab anak sekolah menjadi malas belajar. meningkatkan rasa percaya diri dan mermupuk kemandirian didalam kecerdasan yang mereka miliki.

Wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Hal ini guna untuk memperbaiki pendidikan di indonesia yang masih minim.

Dan untuk mewujudkan hal itu, diupayakan untuk para orang tua agar bisa menyekolahkan anaknya kejenjang yang lebih rendah dulu (PAUD/TK) baru kejenjang yang lebih tinggi. Karena anak-anak harus menyesuaikan pola pikirnya terlebih dahulu sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurut permendiknas No. 58 tahun 2009 dijelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di indonesia terbagi menjadi dua kelompok, yaitu formal dan norformal. Semua bentuk pendidikan anak usia dini baik bentuk formal atau nonformal dalam penyelenggaraannya maupun pengelolahannya harus mengacuh pada prinsip-prinsip pendidikan yang telah di tetapkan. Dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 14 dinyatakan bahwa ada beberapa prinsip dalam penyelenggaraannya sebagai berikut :

  1. Pendidikan di selenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinngih hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
  2. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka dan multimakna.
  3. Pendidikan di selenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
  4. Pendidikan di selenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
  5. Pendidikan di selenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.
  6. Pendidikan di selenggarakan dengan memperdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengadilan mutu layanan pendidik.

Didalam konvensi hak anak disebutkan bahwa prinsip pelaksannan pendidikan anak usia dini harus mengacu pada prinsip umum sebagi berikut.

  1. Nondiskriminasi, dimana semua anak dapat mengecap pendidikan usia dini tanpa membedakan suku bangsa, jenis kelamin, bahasa, agama, tingkat sosial, serta kebutuhan khusus setiap anak.
  2. Dilakukan demi kebaikan terbaik untuk anak (respect for the views of the child), bentuk pengajaran, kurikulum yang diberikan harus sesuai dengan tinglat perkembangan anak.
  3. Mengakui adanya hak hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan yang sudah melekat pada anak.
  4. Penghargaan terhadap pendapat anak (respect for the views of the child), terutama yang menyangkut kehidupan anak perlu mendapat perhatian dan tanggapan.

Selain prinsip-prinsip umum diatas, ada pendapat lain yang menyebutkan secara khusus mengenai prinsip penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, terutama untuk taman kanak-kanak (TK). Adapun prinsip-prinsipnya adalah sebagi berikut.

  1. Taman kanak-kanak merupakan salah satu bentuk awal pendidikan sekolah. Untuk itu, perlu menciptakan situasi pendidikan yang dapat memberikan rasa aman dan menyenangkan.
  2. Masing-masing anak perlu memperoleh perhatian yang bersifat individual, sesuai dengan kebutuhan anak-anak usia taman kanak-kanak.
  3. Perkembangan adalah ahasil proses kematangan dan proses belajar.
  4. Sifat kegiatan belajar di taman kanak-kanak adalah hasil pembentukan perilaku melalui pembiasaan yang terwujud dalam kegiatan sehari-hari.
  5. Sifat kegiatan belajar di tamn kanak-kanak merupakan pengembangan kemampuan yang telah di peroleh di rumah.
  6. Bermain merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan kemampuan anak.

Karena anak usia dini memiliki karakter yang berbeda dengan orang dewasa, maka dari itu baik pendidik maupun orang tua harus memahami bagaimana menerapkan metode yang cocok bagi anak. Desain pendidikan sangat diperlukan oleh guru dalam memahami proses pembelajaran anak usia dini.

Baca juga Perbedaan Sekolah TK, PAUD, dan Playgroup

Penutup

Demikian yang dapat Sawal Walker bagikan, tentang Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Era Digital. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi www.sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel PAUD berikutnya.

Leave a Comment