NEWSLETTER

Perang Sampit Berdarah, Suku Dayak vs Madura

Sawal Walker, Perang Sampit Berdarah, Suku Dayak vs Madura – Tahukah anda perang Sampit berdarah?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang perang Sampit berdarah, konflik antar suku Dayak dan Madura. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai perang Sampit berdarah secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

Di Indonesia terdapat berabagai peritiswa sejarah yang menjadi pemecah integrasi nasional. Bagi para pelajar tentunya tak asaing lagi dengan yang namanya konflik sampit. Konflik berdarah ini terjadai pada tahun 2001 tepatnya dimulai pada bulan februari 2018 dan terus berlangsung pada sepanjang tahun itu. Konflik ini dinamakan konflik Sampit karena pada awalknya terjadidi kota ini dan meluas hingga ke seluruh Provinsi Kalimantan Tengah. Konflik ini melibatkan dua kekuatan dari dua suku di Indonesia yaitu Suku Dayak yang merupakan suku asli dari Kalimantan dan Suku Madura yaitu suku pendatang.

perang sampit berdarah

Awalnya Madura datang ke Kalimantan guna mengikuti program pemerintah yakni transmigrasi yang dilakukan pada masa pemerintah Indonesia dan pemerintahan sebelumnya yakni pemerintahan Kolonial. Yang menjadikan konflik ini dikenang sampai saat ini adalah karena kekuatan yang ada dikedua suku yang mengakibatkan timbulnya banyak korban dari kedua belah pihak.

Baca juga Penyelesaian Konflik Sampit, Antar Suku Dayak dan Madura

Pada saat itu tercatat sebanyak 500 warga dari Madura atau suku Madura mati, ada banyak cara mereka mati mulai dari dipenggal kepalanya hidup – hidup hingga yang dibakar rumahnya. Jumlah korban dari Suku Dayak tidak tercatat dengan baik sehingga tidak ada data yang menunjukan berapa jumlah korbannya. Banyak juga yang tidak sampai meningal dunia namun harus kehilangan rumah dan diharuskan mengungsi.

Banyak pendapat mengenai alas an terjadinya peristriwa ini ada yang menyebutkan konflik ini terjadi lantaran ada seorang anak dayak yang di bunuh dan dilakukan penyiksaan karena adanya sengketa judi yang menjadi tersangka adalah Suku Madura. Ada juga yang berpendapat bahwa konflik ini disebabkan oleh kecemburuan masyarakat dayak karena Suku Madura yang mayoritas adalah pendatang memonopoli atau menguasai sector sector perekonomian mulai dari perkebunan dan berabgai sector lainnya yang ada di Provinsi ini.

Ada juga yang berpendapat bahwa ini merupakann konflik yang terjadi akibat dari beberapa keluarga suku dayak yang diserang dan mereka ingin mempertahankan diri. Dan masih banyak lagi penyebab dan opni masyarakat dari adanya konflik ini.

Baca juga Kesaksian Korban Sampit yang Selamat dari Tragedi

Terlepas dari itu semua kita seharusnya belajar agar kejadian semacam ini tidak terjadi lagi, cara yang dilakukan adalah dengan bagaimana kita selalu menghargai apa yang menjadi pemersatu bangsa ini. Kita harus segera berbenah diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak intergrasi nasional. Beberapa sikap yang harus kita kembangkan diantaranya:

1. Toleransi

Toleransi adalah sikap menghargai satu sama lain dalam sebuah perkumpulan yang terdiri dari beragam individu dengan latar belakang yang berbeda. Maksudnya adalah dengan kita selalu berbuat hal baik kepada siapa saja. Tidak memandang suku, ras maupun agama.

Berpegang pada itu kita juga harus mampu menghargai berbagai perbedaan yang ada. Misalnya saat ada orang sholat masyarakat yang beragam lain harus menghargai dengan tidak menganggu. Kemudian jika ada saudara kita yang pergi ke Gereja untuk melaksanakan ibadah kita juga harus menghargai. Intinya adalah selalu menjaga kesatuan dan persatuan serta tidak menimbulkan perpecahan antar golongan yang ada.

2. Jiwa Nasionalis

Jiwa nasionalis adalah jiwa yang menjunjung tinggi nilai nilai Negara dan pancasila. Jika ada yang ingin memecah belah Negara ini kita harus menjadi nomer satu yang memerangi hal ini. Sebagai pelajar, masyarakat umum, dan berbagai komponen lain dapat berperan sesuai dengan porsinya masing masing.

Dapat sebagai pelajar yang belajar dengan rajina gara nantinya dapat berguna bagi nusa dan bangsa. Sebagai masyarakat umum dengan senantiasa hidup rukun dengan berbagai lapisan yang ada dan tidak saling melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kerusuhan/ sebagai pengabdian berbagai profesi yang ada dan berbagai hal lain yang dapat meningkatkan jiwa nasionalis dalam diri kita dapat terus kita lakukan.

3. Mementingkan kepentingan orang banyak dari pada kepentingan diri sendiri

Kebanyakan orang biasanya akan mendahulukan kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan ada menjadi kepentingan banyak orang. Ada yang malah mengasampingkan kepentingan orang banyak demi kepentingan diri sendiri.

Contohnya adalah para koruptor yang selalu mencuri uang rakyat untuk diri sendiri. Hal ini sudah sepantasnya tidak terjadi karena untuk mewujudkan Indonesia maju kita harus mementingkan kepentingan bersama

4. Tidak melakukan sesuatu yang dapat memecah integrasi nasional

Tanpa disadari sebenarnya banyak kegiatan kita yang dapat memecah integrasi nasional. Mulai dari kegiatan biasa seperti mengejek teman.

Kegiatan ini jika dilihat sekilas memang biasa saja. Tapi jika kita biarkan akan menanamkan jiwa intoleran dalam diri kita maka sudah sepatutnya kita menghindari kegiatan semacam ini untuk menjadikan diri kita sebagai masyarakat yang luar biasa.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan guna mewujudkan persatuan sehingga tidak akan terjadi lagi konflik berdarah seperti konflik sampit yang telah terjadi pada masa lampau. Terus belajar dari masa lalu guna mewujudkan Indonesia yang gemilang.

Baca juga Jumlah Korban Perang Sampit, Konflik Suku Dayak vs Madura

Demikian yang dapat Sawal Walker bagikan, tentang Perang Sampit Berdarah, Suku Dayak vs Madura, dimana pada perang ini memakan banyak korban jiwa. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel perang Sampit berikutnya.

You May Also Like

Sawal Walker

About the Author: Sawal Walker

Ketika Allah memberikanmu nikmat secara finansial, jangan naikkan standar hidupmu, melainkan tingkatkan standarmu dalam berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *