NEWSLETTER

Sejarah Tragedi Sampit, Suku Dayak vs Madura Yang Mengerikan

Sawal Walker, Sejarah Tragedi Sampit, Suku Dayak vs Madura Yang Mengerikan – Tahukah anda tragedi sampit?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang tragedi sampit, antara suku dayak vs madura. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai sejarah tragedi sampit secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

Konflik Sampit, menjadi salah satu perpecahan antar suku yang sangat di kenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Konflik ini melibatkan antara suku Dayak yang memang asli berasal dari Kalimantan dan suku Madura yang bermigrasi dari Jawa ke Kalimantan. Program migrasi yang dilakukan pemerintah untuk perbaikan penduduk ini malah berujung naas dengan adanya konflik antara suku ini. Semenjak bulan Desember di tahun 2000 konflik antara Madura dan Dayak ini sudah mulai terjadi.

Bermula dari sebuah pertentangan yang terjadi antara suku Dayak dan Madura saat adanya pemerkosaan, pembunuhan, pengeroyokan, pembacokan, dan perkelahian yang berdasarkan informasi berasal dari suku Madura yang menyerang suku Dayak. Hingga pada ujung ketegangan antara dua suku, pada 18 Februari tahun 2001 terjadilah sebuah penyerbuan dari suku Dayak terhadap suku Madura yang disebut-sebut sebagai penyerbuan terbuka dari suku Dayak.

Pada tanggal 18-19 Februari 2001 kerusuhan bermula di daerah Sampit, kabupaten Kotawaringin timur, Kalimantan tengah. Di tanggal 20-nya, suku Dayak melakukan tindakan kekerasan lebih jauh lagi terhadap suku Madura, sehingga membuat suku Madura harus berpindah dan mengungsi ke daerah luar Sampit. Sampai di tanggal 21 Februari 2001, kerusuhan mulai meluas ke daerah Palangkaraya bahkan seluruh Kalimantan Tengah.

Saat penyerbuan terbuka banyak kepala (manusia) dari suku Madura maupun suku Dayak yang dipenggal dan di pamerkan ke masyarakat sekitar. Ketegangan di Sampit semakin menjadi membuat 1.335 orang dari suku Madura diharuskan mengungsi ke luar Sampit, untuk menghindari ketegangan yang ada.

Gambar Tragedi Sampit

Penyebab Terjadinya Tragedi Sampit

Kronologi lebih lengkap mengenai konflik antara suku Dayak dan suku madura, mulai dari tahun 1972 hingga tahun 2001 ada dalam daftar berikut :

1. Tahun 1972

Adanya sebuah masalah yang menyatakan bahwa seorang gadis dari suku Dayak diperkosa oleh pemuda dari suku Madura. Dalam persoalan ini sudah diselesaikan dengan menggunakan hukum adat.

2. Tahun 1982

Terjadi pembunuhan seorang warga Dayak oleh warga Madura, pembunuh tidak tertangkap, dan tidak ada kelanjutan atau penyelesaian secara hukum untuk si pembunuh yang bersalah.

3. Tahun 1983

Terjadi pembunuhan lagi, yaitu seorang warga Dayak yang dikeroyok hingga tewas oleh 30 warga Madura. Kerusuhan warga Madura ini, bertempat di Kecamatan Bukit Batu, Kasongan. Dalam hal ini diadakan perjanjian perdamaian yang ditanda tangani oleh suku Dayak dan Madura, isi dari perjanjian tersebut ialah apabila suku Madura mengulangi lagi perbuatan jahat yang mereka perbuat, maka suku Madura diharuskan pergi dari Kalimantan Tengah.

4. Tahun 1996

Pembunuhan secara sadis terhadap seorang gadis Dayak oleh orang dari suku Madura, pelaku tidak dijatuhi hukuman berat, padahal kasus pembunuhan merupakan sebuah kasus kriminal yang sangat berat hukumnya.

5. Tahun 1997

Adanya pembunuhan salah sasaran oleh seorang penjual sate asal Madura terhadap Waldi, seorang pemuda yang kebetulan lewat saat perkelahian terjadi. Waldi tewas pada saat kejadian ini, dengan lebih dari 30 luka tusukan pada sekujur tubuhnya. Kejadian ini berlangsung di Tumbang Samba.

6. Tahun 1998

Empat orang Madura mengroyok seorang suku Dayak hingga tewas di Palangkaraya. Dalam kasus ini hukum tidak terselesaikan oleh kedua belah pihak.

Baca Juga Tokoh Perang Padri

7. Tahun 1999

Seorang dari suku Madura melakukan pembacokan terhadap petugas ketertiban umum di Palangkaraya. Namun, setelahnya suku Madura melakukan penuntutan terhadap petugas, untuk membebaskan tersangka pembacokan yang sudah ditangkap dan tersangka tidak diberi hukuman apapun.

8. Tahun 1999

Terdapat permasalahan sengketa tanah yang berujung pada pengeroyokan dua orang Dayak oleh sekelompok suku Madura, kejadian di Palangka Raya ini, menyebabkan dua orang Dayak tersebut tewas.

9. Tahun 1999

Permasalahan perebutan penambangan emas milik suku Dayak, oleh suku Madura. Akibatnya terjadi perkelahian di pangkut, ibukota kecamatan Arut Utara. Permasalahan ini tidak memiliki penyelesaian secara hokum, pada akhirnya.

10. Tahun 1999

Tiga orang Madura melakukan penikaman terhadap sepasang suami-istri bernama IBA, di Tumbang Samba. Dalam kasus ini diduga karena adanya dendam yang salah sasaran. Suami-istri IBA dirawat di rumah sakit. Sedangkan tiga pelaku pembacokan tidak ditangkap karena sudah pulang ke Madura.

11. Tahun 2000

Pembantaian satu keluarga Dayak oleh orang Madura, di Pangkut Kotawaringin Barat. Pelaku kabur dan tidak menyelesaikan perbuatan mereka di hadapan hukum.

12. Tahun 2000

Di depan sebuah gedung gereja, yaitu Gereja Imanuel, Jalan Bangka, Palangkaraya. Terjadi pegeroyokan hingga tewas seorang Dayak dikeroyok orang Madura. Sama seperti kasus sebelumnya, pelaku pengeroyokan lari dan tidak terkena hukuman.

Baca Juga Strategi Perang Padri

13. Tahun 2000

Pembunuhan secara pengeroyokan terhadap sendung oleh suku Madura, di Kereng Pangi. Pelaku melarikan diri dan hukum kembali tidak ditegakkan karena tidak ada pihak yang berwenang dalam penanganannya.

14. Tahun 2001

Banyak warga dari suku Dayak maupun Madura yang tewas dalam kejadian di Sampit yang kejadiannya cukup lama dan mencekam di seluruh Kalimantan tengah.

Penutup

Demikian yang dapat Sawal Walker bagikan, tentang Sejarah Tragedi Sampit, Suku Dayak vs Madura Yang Mengerikan. Konflik Sampit di Kalimatan tengah ini hanya terjadi antara suku Dayak dan Madura. Suku Dayak tetap bersahabat dan berhubungan baik dengan imigrasi dan suku lain yang ada di seluruh Kalimantan. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi www.sawalwalker.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel sejarah berikutnya.

You May Also Like

Inces Walker

About the Author: Inces Walker

“Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” – HR Ath-Thabrani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *