Untukmu yang Ingin Berhijrah

Saat ini kita sudah tidak asing lagi dengan kata ‘hijrah’, kan?

Kata hijrah mulai ramai terdengar selama beberapa tahun terakhir, terutama semenjak banyaknya publik figur yang mulai melakukan hijrah.

Meluasnya istilah ‘hijrah’ di kalangan masyarakat Indonesia dianggap sebagai suatu perubahan yang baik. Maka tak sedikit kita jumpai masyarakat yang ikut tertarik ingin berhijrah juga.

Tapi mungkin sebagian orang masih ada yang belum tahu, apa itu hijrah? Daripada salah kaprah mengenai hijrah, lebih baik kita pelajari dulu yuk ilmunya!

Untukmu yang Ingin Berhijrah

Pengertian Hijrah

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hajar, hijrah artinya ‘meninggalkan’. Wah, meninggalkan yang bagaimana ya maksudnya?

Pada zaman Rasulullah, umat muslim yang hidup di Mekah mengalami siksaan dari orang-orang kafir sehingga umat muslim dihantui oleh rasa tidak aman.

Hingga pada suatu waktu, Allah menurunkan perintah kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam untuk meninggalkan Kota Mekah dan pindah ke Kota Madinah.

Itulah peristiwa hijrah pertama yang sangat terkenal, yaitu ketika Rasulullah dan pengikutnya pergi meninggalkan Mekah yang saat itu menakutkan bagi umat Islam menuju ke Madinah, kota yang aman.

Adapun arti hijrah pada zaman sekarang yaitu meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah. Dan sejatinya semua yang dilarang oleh Allah pasti untuk kebaikan kita sendiri.

Islam telah mengatur hidup kita dengan sempurna, mulai dari cara buang hajat hingga cara memimpin negara. Lantas, apabila kita menginginkan keteraturan dan kebaikan dalam hidup hendaknya kita mengikuti aturan-aturan Islam dalam setiap sendi kehidupan.

Bagaimana Cara Hijrah?

Hijrah sebenarnya dapat dilakukan oleh semua orang. Apabila kita sudah bertekad untuk meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah, maka dapat dikatakan kita telah berhijrah.

Bagaimana contohnya?

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan apabila ingin berhijrah. Di antaranya:

  • Meninggalkan kemaksiatan yang biasa dilakukan
  • Berhijrah meninggalkan riba
  • Berhijrah meninggalkan kesyirikan (menyekutukan Allah)
  • Berhijrah meninggalkan zina atau yang mendekati zina (misalnya pacaran)
  • Berhijrah meninggalkan musik

Semua larangan tersebut terdapat dalam Al-Qur’an dan sunnah, dalil-dalilnya shahih dan kuat.

Namun orang yang ingin berhijrah terkadang bingung harus memulai dari mana, dan apa langkah-langkah yang harus ia lakukan.

Ada 5 hal yang hendaknya dipelajari oleh orang yang hijrah:

  1. Belajar tauhid dan aqidah
  2. Belajar cara beribadah sesuai tuntunan nabi (tata cara sholat dan berwudhu)
  3. Belajar akhlak
  4. Belajar Bahasa Arab
  5. Belajar membaca Al-Qur’an (tahsin) dan menghafalkannya

Mengapa hal pertama yang harus kita pelajari adalah tauhid dan aqidah? Tidak lain karena tujuan penciptaan manusia di muka bumi ini adalah untuk bertauhid, yaitu memurnikan ibadah dan penghambaan hanya kepada Allah.

Hal ini terdapat dalam QS. Az-Dzariyat ayat 56 (Wa maa khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun) yang artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.

Dengan mempelajari tauhid maka kita akan terhindar dari segala bentuk kesyirikan. Contoh kecilnya saja memakai jimat.

Mungkin di zaman modern ini masih ada saja orang yang mempercayai jimat, serta menggantungkan harapan dan kepercayaannya pada jimat. Padahal memakai jimat tergolong syirik.

Contoh lainnya yaitu mengusap-usap dinding masjid dan mengambil tanah kuburan untuk mencari keberkahan. Perilaku ini juga tergolong syirik dan syirik sangat dibenci oleh Allah.

Bahayanya syirik dapat menghapus amalan-amalan kita. Hal ini dijelaskan dalam QS. Az-Zumar ayat 65-66 yang artinya:

“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada nabi-nabi sebelummu, Sungguh, jika engkau menyekutukan Allah niscaya akan dihapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi. Karena itu, hendaklah Allah saja yang engkau sembah”.

Tauhid adalah inti dan prioritas dakwah para rasul. Seorang nabi pun akan dihapus amalan-amalannya apabila ia berbuat syirik. Jadi, pelajarilah tauhid agar amal ibadah kita diterima oleh Allah.

Kemudian mengapa kita juga harus mempelajari aqidah terlebih dahulu sebelum mempelajari yang lainnya? Hal ini sangat penting agar kita terhindar dari pemahaman yang menyimpang.

Telah kita ketahui bersama bahwa aliran-aliran sesat berkedok Islam telah banyak bermunculan. Misalnya seperti Syi’ah dan ISIS yang kesesatannya telah diakui oleh para ulama di seluruh dunia.

Nabi kita tercinta Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan,

“Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan.”

Para sahabat pun bertanya, “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Mereka adalah golongan yang berjalan di atas jalan yang ditempuh oleh aku dan para sahabatku.” (HR. Tirmidzi no. 2641, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Dari hadits di atas dapat kita pahami bahwa aqidah yang lurus sesuai ajaran Rasulullah akan membawa kita ke dalam golongan yang selamat.

Setelah mempelajari tauhid dan aqidah, selanjutnya kita bisa mempelajari tentang tata cara sholat dan wudhu yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah, karena sholat adalah amalan yang pertama kali dihisab.

Adapun mempelajari tentang akhlak, adab, Bahasa Arab, dan tahsin (membetulkan bacaan Al-Qur’an) juga tidak kalah pentingnya.

Apabila sudah berniat ingin hijrah, perlahan-lahan tinggalkanlah maksiat dan hal-hal yang dilarang Allah. Insya Allah kita akan merasakan perbedaan di dalam hidup kita.

Baca Juga: Tiada Hijrah Tanpa Ujian

Tanda-tanda Sudah Saatnya Kamu Harus Berhijrah

Tanda-tanda yang mengisyaratkan sudah tiba saatnya kamu harus hijrah adalah hidayah.

Kalau sudah sering kepikiran di kepala, “Ini sebenarnya boleh gak, ya?” Ada perasaan cemas dan gelisah dengan dosa atau syubhat (hal-hal yang meragukan), itu sebenarnya adalah sinyal-sinyal hidayah dari Allah tapi seringkali tidak kita hiraukan.

Selain itu, ketika kita tidak sengaja melihat atau membaca poster-poster dakwah di media sosial dan kita langsung merasa ‘ngena’ dengan kata-katanya, maka itu juga merupakan sinyal hidayah.

Karena hidayah itu milik Allah, maka mintalah selalu kepada-Nya agar diberikan hidayah. Pun orang yang telah berhijrah juga harus selalu berdo’a agar Allah tidak mencabut hidayah dari hatinya.

Jangan takut untuk berhijrah, karena Allah akan selalu bersama kita. Orang yang berhijrah harus berani meninggalkan maksiat, lingkungan yang buruk, dan teman-teman yang mengajak kepada kemaksiatan.

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Istiqomah dalam Berhijrah

Orang yang telah meninggalkan larangan Allah biasanya akan mulai mendapat omongan seperti:

“Si fulan sekarang udah hijrah”.

“Eh, si fulanah kok sekarang pakai gamis terus ya? Jilbabnya juga jadi panjang. Dia hijrah, ya?”

Orang yang berhijrah berarti dia meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah. Pada awalnya mungkin ini sulit diterima oleh orang-orang terdekatnya karena banyak hal yang sebenarnya diharamkan oleh Allah, namun dianggap biasa saja oleh masyarakat. Misalnya pacaran, merokok, minum alkohol, riba, dan bermain musik.

Yang hendaknya menjadi perhatian kita bersama yakni bagaimana sikap kita terhadap orang yang berhijrah. Karena sikap kita juga berpengaruh terhadap keistiqomahan orang yang sedang hijrah.

Bayangkan saja jika kita sedang mencoba berhijrah dari yang pakaiannya tidak menutup aurat menjadi menutup aurat dengan syar’i, lalu mendapat olokan “kamu pakai baju kayak gitu kayak ibu-ibu” atau “pakai cadar? Mau jadi ninja?”

Pasti langsung down, ya? Padahal kita hanya ingin mematuhi syariat Allah. Tapi memang tidak ada hijrah tanpa ujian. Malah di balik ujian itulah terdapat pahala yang besar.

Kita tidak perlu menjustifikasi “palingan dia hijrah cuma ikut-ikutan tren artis hijrah” atau “dia hijrah? Mau nikah kayaknya”.

Kita tidak pernah tahu isi hati orang lain. Biarlah Allah yang menilai. Sikap kita yang benar terhadap orang yang berhijrah adalah mendo’akannya, “Semoga istiqomah, ya! Baarakallah”.

Untukmu yang sedang hijrah, berikut kami berikan tips-tips agar istiqomah dalam berhijrah:

  1. Ikhlas berhijrah karena Allah
  2. Mencari teman-teman dan lingkungan yang baik

Baca juga Kisah Seorang Dakwah Beriman Dalam Surat Yasin

Menghadiri kajian rutinDemikian yang dapat kami sampaikan pada artikel ini. Untukmu yang ingin berhijrah, semoga Allah mudahkan dan beri kekuatan, ya! Kami juga telah mengemas tulisan-tulisan menarik seputar dunia hijrah agar dapat menjadi panduan teman-teman dalam melakukan hijrah. Silakan baca panduan lengkap berhijrah di situs: Hijrah – Belajar Hijrah dan Istiqomah

Leave a Comment